Tampilkan postingan dengan label Padang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Padang. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Januari 2013

Jembatan Siti Nurbaya

Tahu cerita Siti Nurbaya? Gadis yang dijodohkan oleh orang tuanya. Konon, jembatan ini merupakan tempat pertemuan pasangan kekasih Siti Nurbaya dan Samsul Bahri, tokoh dalam novel karangan Marah Roesli. Banyak pemandangan menarik yang dapat dilihat dari jembatan ini. Sungai yang mengalir tepat dibawah jembatan, perkampungan dan bukit-bukit yang mengelilingi kota Padang. Jembatan Siti Nurbaya memiliki panjang 60 meter. Jembatan ini menghubungkan kota tua Padang dengan Taman Siti Nurbaya, tempat Siti Nurbaya dimakamkan.

Minggu, 27 Januari 2013

Lembah Anai

Dalam perjalanan panjang dari Padang yang berkelok-kelok menuju Bukittinggi, saya dikejutkan oleh Ayah yang menunjuk ke arah depan. Memang kawasan sekitar dikelilingi oleh bukit-bukit tinggi yang masih hijau. Namun fenomena alam yang astu ini menambah keindahan perjalanan saya ketika itu. Air terjun di kawasan lembah anai. Meski bukan termasuk salah satu air terjun yang besar, namun jalan raya yang terletak di sebelahnya mampu terkena sensasi cipratan dari air terjun yang satu ini.
Sepulangnya dari Bukittinggi, tentunya saya melintasi tempat ini. Ketika itu hujan sangat deras. Jalanan licin dan air terjun semakin deras. Mobil-mobil yang berlawanan arah dari Padang melintasi air terjun ini sangat pelan-pelan. Hingga kemacetan terjadi. Mereka semua menghindari batu yang sewaktu-waktu bisa saja jatuh dari air terjun ini.

Kuliner

Bila malam menjelang, sempatkanlah untuk mengunjungi kawasan kuliner di kota Padang. Sepanjang putaran jalan terdapat warung makan mulai dari bentuk angkringan sampai rumah makan besar. Makanan yang ditawarkan pun beraneka ragam. Mulai sate padang,
nasi kapau,
martabak mesir (sejenis martabak telur yang dimakan dengan cara diberi kuah layaknya empek-empek. Anda harus lihat secara langsung pembuatannya!)
, es krim, bahkan batagor dan gado-gado pun juga mampir di kawasan ini. Bagi anda yang berniat wisata kuliner, lebih baik ambil saja porsi sedikit. Karena satu porsi bagi orang Padang, tiga porsi bagi saya. Selamat mencoba!

Teluk Bayur

Fungsi utama sebenarnya sebagai pelabuhan, meski tak ramai. Di sinilah perahu-perahu menuju Padang berlabuh. Tak banyak kapal yang berlalu lalang di pelabuhan ini, jadi cukup menenangkan bila anda duduk di pinggiran sambil bengong atau menenangkan fikiran. Menurut penuturan adik saya, pasir di Teluk Bayur ini lebih lembut dari pasir di pantai air manis. Sangat cocok untuk refreh fikiran sejenak dan menatap laut yang terbentang luas!

Pantai Air Manis

Siapa pula yang tak tahu legenda Malin Kundang? Kisah tentang anak durhaka yang dikutuk ibunya lantaran tidak mengakui sang ibu dan menendangnya karena ia sudah sukses serta menikahi seorang putri raja. Bukti dari cerita rakyat ini terdapat di pantai air manis. Batu berbentuk seorang anak laki-laki yang bersimpuh seakan-akan ingin memohon ampun pada ibunya juga batu berbentuk perahu karam yang terdapat di pinggiran laut di pantai ini. Pantai yang dalam bahasa sekitar yakni Pantai Aei manih atau pantai air manis
Tarif yang dikenakan adalah lima ribu rupiah per kepala. Pantai ini sangat indah. Ombaknya lumayan kencang jadi sangat asyik bila main air di pantai ini (hehehhe). Anginnya pun tak begitu kencang. Sebuah perjuangan bagi saya untuk menempuh pantai ini. Karena jalan menuju pantai air manis sangat curam dan menanjak. Jalanan pun berkelok-kelok. Paling tidak bila anda ingin belok, pastikan bunyikan klakson setiap belokan. Untuk menghindari tabrakan juga. Karena jalan tidak begitu besar dan mobil bersisian harus waspada. Di pantai ini juga ada beberapa warung yang menjual aneka pernak-pernik khas pantai seperti aksesoris dari kerang, kaos pantai air manis, sandal, dan sebagainya. Makanan yang ditawarkan tidak begitu banyak dan variatif, jadi sebaiknya bila anda benar-benar niat untuk piknik ke pantai ini, bawalah makanan sendiri. Banyak balebale yang langsung menghadap ke arah laut. Biasanya di tiap bale-bale itu terdapat tikar yang masih tergulung. Jika anda memakai tikar itu, maka jangan heran bila ada orang yang meminta bayaran. Itu tikar sewaan. Padahal tak ada tulisan atau keterangannya. di pantai ini juga ada jembatan kecil yang menghubungkan antara daratan tempt parkir dan bale-bale ke daratan dekat laut. Bila ada seseorang yang meminta bayaran setelah anda lewat (terkadang di tengah jembatan pun), maka jangan percaya dan memberikan mereka bayaran. Jembatan ini sudah ada sejak lama. Bahkan, ada papan kecil yang berfungsi selayaknya jembatan pun, ada juga anak-anak yang memaksa saya untuk membayar. Ada-ada saja tingkah manusia untuk mencari uang. Yang sangat disayangkan, beberapa sampah plastik masih bertebaran di pesisir pantai. :( source: www.travel.detik.com, chalouiss.blogspot.com

Pantai Padang

Perjalanan setelah bandara memang lumayan jauh dari pusat kota. Tapi jangan bosan! Bila anda melihat ke kiri jalan, kota padang laksana dikelilingi oleh lautan. Itulah pantai Padang. Untuk kota yang panas ini, lautan memang bisa menjadi view yang menarik. Anda dapat memarkirkan mobil di pinggir jalan. Tapi awas! Yang perlu diperhatikan saat memarkir mobil adalah letaknya. Kalau anda parkir di depan warung, mau tak mau anda harus 'jajan' di warung tersebut. Banyak variasi makanan yang ditawarkan. Pantai ini sangat menarik! Anginnya berhembus tak kencang dan deburan ombak yang beraturan. Bila anda tak berniat 'jajan', sebaiknya parkirlah mobil di tempat bebas warung. Entah peraturan dimulai dari siapa, bila anda parkir di dekat warung, maka wajib mampir ke warung. Mampirlah sejenak ke pantai ini bila senja datang. Sunset yang ditawarkan oleh pantai ini sangatlah indah! Seakan tak ada lagi apapun setelah lautan ini terbentang.